Mengapa orang tua jaman dahulu tidak mudah terkena stres dan depresi ?

Mengapa orang tua jaman dahulu tidak mudah terkena stres dan depresi ?

Mengapa  orang tua jaman dahulu tidak mudah terkena stres dan depresi? Rahasianya yaitu karena mereka senang melakukan keterampilan tangan seperti menjahit, merenda dan merajut. Pasalnya sebuah studi terbaru menunjukkan keterampilan tangan tersebut dapat menghilangkan stres dan depresi. Hasil penelitian Institute for Mind, Body Medicine di Massachusetts General Hospital dan Medicine di Harvard School menunjukkan keterampilan tangan terbukti dapat mencegah dan mengelola stres, rasa sakit dan depresi, yang pada gilirannya memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang dimulai sejak 2005 ini berdasarkan ide dari fisioterapis senior Betsan Corkhill. Berdasarkan pengalamannya, Corkhill menemukan fakta bahwa mereka yang memiliki ketiga jenis hobi itu lebih gampang pulih dari sakit. Bedasarkan simpulan awal tersebut itu, digagas sebuah studi kolaboratif dengan para ilmuwan dari berbagai universitas tentang peran merajut, merenda, dan menjahit bagi kesehatan. Mereka menemukan bahwa tindakan yang berulang dan berirama mampu mencegah dan meredam stres. Dalam dunia medis, stres dapat memperparah kondisi kesehatan seseorang dan dikenal sebagai faktor pemicu penyakit jantung, depresi, dan penyakit kronis lainnya. “Dalam kehidupan kita yang semakin stres, dokter menasihati orang untuk mengelola stres sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan,” ujar Corkhil seperti dilansir The Seattle Times. Ketiga jenis keterampilan tangan itu dianggap sebagai cara yang efektif bagi masyarakat untuk mengelola stres dan depresi dan berguna bagi mereka dalam mengontrol nyeri jangka panjang. “Pekerjaan merajut berpengaruh pada perubahan kimia otak, menurunkan hormon stres, dan meningkatkan perasaan nyaman, karena selama proses itu otak mengatur keseimbangan serotonin dan dopamin,” kata Monica Baird, pakar saraf yang terlibat dalam penelitian ini. Selain itu, gerakan berulang merajut mampu mengaktifkan wilayah di otak yang sama seperti saat melakukan meditasi dan yoga, yang telah terbukti membantu mencegah rasa sakit dan depresi. Sementara Herbert Bendon, Direktur Institute for Mind, Body Medicine di Massachusetts General Hospital dan Associate Professor pada Medicine di Harvard Medical School mencatat bahwa merajut adalah salah satu cara untuk menciptakan respons “relaksasi” dalam tubuh, yang dapat menurunkan tekanan darah, denyut jantung, dan membantu mencegah penyakit. “Merajut dan merenda memiliki keseluruhan efek menenangkan yang dapat membantu mengelola kecemasan dan bahkan mungkin bisa membantu kondisi seperti asma atau serangan panik,” ujarnya. Selain itu, gerakan berulang-ulang telah ditunjukkan untuk membantu mengelola perilaku mengganggu dan hiperaktif pada anak-anak. Sumber : Go4HealthyLife.com, Jakarta


Hit Counter provided by Acrylic Display